AtjehUpdate.com, Banda Aceh – Narkoba
merupakan musuh yang nyata bagi masyarakat Aceh. Narkoba telah menguasai setiap
sendi generasi muda bangsa Aceh. Seperti kasus penangkapan penyalahgunaan
narkoba baru-baru ini, masyarakat Aceh sangat kaget dengan tertangkapnya salah
satu Anggota DPRA atas kasus narkoba, rabu (9/8/2017) di Aceh Besar.
Kasus tertangkapnya
anggota DPRA ini menjadi cerminan bahwa narkoba telah betul-betul masuk dan
menusuk ke seluruh sendi/aspek kehidupan masyarakat Aceh, sehingga makin
memperkuat bahwa Aceh benar-benar berada dalam kondisi darurat narkoba.
Melihat maraknya kasus
narkoba terus merajalela di Aceh, minggu (13/8/17), Jubir Pemuda Dewan Da’wah
Aceh (PDDA), Mario Nasa’i Gaspar angkat bicara terkait Ja (37) anggota DPRA
dari PA yang baru- baru ini tersandung kasus narkoba.
“Tersandungnya salah
satu anggota DPRA (JA) terlibat kasus narkoba, seluruh masyarakat Aceh sangat
kecewa. Disaat Aceh sedang mencoba berperang melawan narkoba, malah anggota
DPRA selaku wakil rakyat yang seharusnya menjadi contoh teladan, malah
tertangkap sedang nyabu,” tegas Nasa’i.
Nasa’i juga menambahkan,
ini sangat memalukan dan mencoreng nama Aceh yang katanya sedang
diberlakukannya syariat Islam. Pemerintah asik dengan program syariat Islam,
tapi malah masyarakatnya jauh dari aturan dan norma Islam.
Nasa’i juga menyayangkan
hal ini. “Kita sangat menyayangkan kejadian ini. Paling tidak, ini
merupakan warning bagi kita semua bahwa narkoba sudah tidak pandang bulu.
Jangankan masyarakat biasa, elemen pemerintahan juga terlibat dengan kasus
narkoba,” ungkap pemuda asal Pidie ini.
“Kita semua berharap
agar pihak pemerintah melalui kepolisian agar intens dalam mengusut tuntas
lingkaran dan jaringan peredaran narkoba yang ada di Aceh,” tegas Nasa’i.
Senada dengan Nasa’i,
Ketua Yayasan Pintu Hijrah (Sirah) Dedy Saputra Z, juga sangat menyayangkan
atas keterlibatan anggota DPRA ini. “Jika ini dibiarkan tanpa adanya
tindakan tegas dari pelaksana negeri in. Jika masyarakat juga tidak mau
membantu bekerjasama, maka tidak menutup kemungkinan bahwa 5-10 tahun akan
datang bandar dan pecandu narkoba akan menguasai negeri ini,” tegas Dedy.
Dedy juga mengapresiasi
pada pihak kepolisian dan keamanan Aceh, “Kita berterima kasih kepada
pihak kepolisian yang terus mengungkap dan menangkap pelaku dan pengguna
narkoba di Aceh selama ini. Peristiwa ini mulai menampakkan bahwa polisi tidak
pandang bulu,” imbuh Dedy.
“Kita juga berharap,
pihak kepolisian diberikan kebebasan dan keleluasaan dalam menangkap dan
mengungkapkan pelaku narkoba di Aceh agar tuntas dan tidak pandang bulu.”
tutup Dedy ketua Yayasan Pintu Hijrah tersebut.[Najmi]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here